REAKSI REAKSI KIMIA ORGANIK
Reaksi
kimia adalah perubahan ireversibel dalam komposisi awal zat untuk membentuk
produk kimia yang sama sekali berbeda. Proses pembentukan produk dengan reaktan
merupakan fenomena yang luar biasa dan menarik. Berikut adalah beberapa
informasi menarik tentang jenis reaksi kimia.Persamaan kimia yang digunakan
untuk menggambarkan transformasi partikel elementer kimia yang terjadi selama
reaksi, dan digambarkan menggunakan simbol-simbol kimia. Reaksi kimia terjadi
di bawah kondisi yang kondusif seperti tekanan yang sesuai, konsentrasi dan
suhu. Pada saat tertentu, mungkin ada ribuan reaksi kimia yang terjadi di
sekitar kita. Beberapa reaksi cepat, spontan, dan terjadi secara instan.
Beberapa reaksi lain yang non-spontan dan membutuhkan katalis atau sumber
energi dari luar (seperti panas, cahaya, dll) untuk melakukan reaksi kimia
tersebut.
Dalam ulasan kali ini penulis akan memaparkan
mengenai reaksi-reaksi senyawa organik yang cukup sering terjadi :
1.
Reaksi Ozonolisis
Untuk
reaksi ozonolisis, pasti akan terjadi pemutusan rantai. Reaksi ini dibagi
menjadi 2, yaitu ozonolisis reduktif dan oksidatif.
Contoh
reaksi :

Dari
gambar diatas, dapat kita simpulkan untuk reaksi ozonolisis reduktif (Zn, H2O)
akan menghasilkan produk hingga tingkat karbonil saja (Aldehid dan Keton)
sedangkan untuk reaksi ozonolisis oksidatif (H2O2) akan
menghasilkan produk hingga tingkat asam karboksilat jika memungkinkan. Sebagai
tambahan, perlu anda ketahui bahwa ozon adalah zat reaktif yang bersifat
karsogenik.
2. Reaksi Halogenasi
Reaksi halogenasi adalah suatu reaksi alkana dengan
unsur-unsur halogen (F, Cl, Br, I). Penaman
reaksi dari masing-masing unsur digunakan nama unsur tersendirinya,
yaitu fluorinasi, klorinasi, brominasi dan ionisai. Reaksi halogenasi ini
melibatkan sinar ultraviolet dan katalis CCl4. Dalam tahapan
reaksinya reaksi halogenasi ini membentuk suatu radikal. Radikal ini merupakan
pembentukan suatu atom yang orbitalnya hanya berisi satu elektron (ẽ).
Mekanisme reaksi halogenasi ini meliputi tahap inisiasi, propagasi dan
terminasi.
Berikut akan dijelaskan mekanismenya dengan persamaan reaksi
berikut:
CH3--CH3 + Br2 à CH3-CH3-Br + HBr
a.
Tahap Inisiasi
Tahap ini merupakan tahap dimana unsur halogen (F, Cl, Br,
I) membentuk radikal-radikal.
Contoh : Br2 à Brᵒ + Br ᵒ
b.
Tahap Propagasi
Tahap ini merupakan tahap dimana terjadi penyerangan radikal
terhadap suatu molekul.
Contoh :
CH3-CH2-H + Br ᵒ
à CH3-CH2 ᵒ + HBr
CH3-CH2 ᵒ + Br2 à CH3-CH2-Br + Br ᵒ
c.
Tahap Terminasi
Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam reaksi halogenasi
(brominasi) dan terjadi penggabungan radikal-radikal pada tahap sebelumnya.
Brᵒ + Br ᵒ à
Br2
CH3-CH2 ᵒ + Br ᵒ à CH3-CH2-Br
CH3-CH2 ᵒ + CH3-CH2 ᵒ à CH3-CH2-CH2-CH3
Hᵒ + Br ᵒ à HBr
3. Reaksi redoks
a.
Reaksi
oksidasi
Reaksi oksidasi (pengoksigenan) adalah peristiwa penggabungan
suatu zat dengan oksigen. atau suatu reaksi yang melibatkan oksigen dalam
prosesnya atau reaksi penagkapan oksigen (O2) untuk menghasilkan
suatu zat atau senyawa baru yang sifat fisika dan kimianya berbeda dengan zat
asalnya. Reaksi oksidasi sering disebut reaksi pembakaran yang menghasilkan
karbon dioksida (CO2) dan uap (H2O). Ciri-ciri reaksi
oksidasi yaitu penangkapan oksigen (O2), pelepasan hidrogen (H2),
dan peningkatan biloks (bilangan oksidasi).
Contoh:
Si + O2
→ SiO2
4 Fe + 3 O2
→ 2 Fe2O3
b.
Reaksi
reduksi
Reaksi reduksi adalah peristiwa pengeluaran oksigen dari suatu
zat. Atau suatu reaksi yang melepaskan oksigen
dan zat baru. Pengertian reaksi reduksi meliputi reaksi melepaskan oksigen,
reaksi penangkapan hidrogen dan reaksi penurunan biloks.
Contoh:
2 CuO
→ 2 Cu + O2
H2O → H2
+ O2
Reduksi adalah peristiwa penangkapan electron
Contoh:
Fe +3 + e
→ Fe +2
Ca+
+ e → Ca
saya ppernah mendengar muatan formal apa bedanya muatan formal dan biloks? thx
BalasHapusterimakasih saudari lola atas pertanyaannya. dari literatur yang saya baca, muatan formal itu untuk menyatakan kekurangan dan kelebihan elektron relatif terhadap atom netralnya,sedangkan biloks bukan merupakan transfer elektron,jadi muatan formal dan biloks berbeda,muatan formal di artikan sebagai bilangan bulat atau pecahan, positif dan negatifyang menunjukkan banyaknya kekurangan elektron setiap atom penyusun suatu spesies relatif terhadap atom netralnya.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterimakasi ima untuk blognya, sangat bermanfaat untuk saya. ima mengatakan bahwa ozon adalah zat reaktif yang bersifat karsogenik, saya tidak mengerti maksud dari bersifat karsogenik itu bagaimana ima ? mohon di jelaskan ^_^
BalasHapusterimakasih saudari imadah,saya mau menyanggah sedikit mengenai postingan saudari yang menyatakan bahwa reaksi halogenesis melibatkan sinar ultraviolet dan katalis CCl4, disini saya akan menanyakan apakah ada katalis lain yang digunakan dalam reaksi halogenesis ini? jika ada , sebutkan ?
BalasHapusterimakasih :)
terimakasih atas postingan nya imadah, blog ini sangat membantu, maaf sebelumnya, disini saya sedikit menambahkan yaitu tentang reaksi redoks (reduksi dan oksidasi), reaksi reduksi dan oksidasi memiliki beberapa tahap-tahap, yaitu :
BalasHapustahap untuk reaksi reduksi:
- Pengurangan atom oksigen
CuO(s) → Cu(s) + ½ O2(g)
- Penambahan Elektron
CuO(s) + H2(g) → Cu(s) + H2O(g
- Turunnya bilangan oksidasi
Fe2O3(s) + 3CO(g) → 2Fe(l) + 3CO2(g)
untuk reaksi oksidasi:
a) Penambahan/pengikatan atom oksigen
CH4(g) + 2 O2(g) –> CO2(g) + 2 H2O(l)
b) Pelepasan Elektron
CH4(g) + 2 O2(g) –> CO2(g) + 2 H2O(l)
c) Biloks bertambah
Fe2O3(s) + 3CO(g) → 2Fe(l) + 3CO2(g)
cukup sekian dari saya ima, semoga ini bermanfaat, dan saya ucapkan terimakasih.